Jumat, 13 Agustus 2010

ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP BETWEEN ACCOUNTING EARNINGS AND CASH EARNINGS WITH CASH DIVIDEND ON THE COMPANY’S SERVICES LISTED ON THE STOCK EXCHANGE
RIRIN DEWI P Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma
E.Susy Suhendra
Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma

ABSTRACT

This research aims are to know the relation between the accounting earnings and cash dividend and also to know the relation between the cash earnings and cash dividend.
This research is a hypotesis examining research to know the correlational relation among the variables. The populations of this research are the services companies which listed at The Indonesian Stock Exchange. The samples of this research are 18 services companies which were selected with certain criterias by purposive sampling method. The data of this research are quantitative data. The data sources of this research are secondary data from publicized annual reports for the 2006-2008 period and from the Indonesian Capital Market Directory 2009. The technic of data collecting is documentation technic. The methods of data analyzing are using the Spearman Rank correlation.
This research shows that the value of the Speraman Rank correlation for 2006-2008 period between the accounting earnings and dividend cash also between the cash earnings and cash dividend are > 0.
Keywords : Accounting Earnings, Cash Earnings, Cash Dividend

1. Pendahuluan
Beberapa tahun belakangan ini dunia usaha sedang menghadapi krisis keuangan yang cukup hebat. Hal ini mengakibatkan banyak perusahaan besar yang gulung tikar alias bangkrut. Keadaan ini akhirnya memaksa perusahaan yang masih bertahan untuk dapat menjaga kelangsungan hidupnya dengan dapat bersaing dengan perusahaan lain. Untuk dapat melakukan aktivitasnya dan dapat bersaing dengan perusahaan lain maka membutuhkan dana atau modal baik yang diperoleh dari investor maupun kreditur. Dana tersebut tentunya akan diperoleh perusahaan jika mendapatkan kepercayaan dari kreditur maupun investor. Kepercayaan itu dapat diperoleh jika perusahaan mampu menunjukkan kinerja yang baik, yang dapat diukur dari laba yang diperoleh perusahaan.
Laba merupakan salah satu tujuan perusahaan selain untuk dapat bertahan hidup (going concern). Laba yang berkualitas adalah laba yang dapat mencerminkan kelanjutan laba dimasa depan (Djamaluddin, 2008: 55). Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan. Laporan keuangan inilah yang menjadi dasar bagi investor untuk membuat keputusan apakah harus membeli, menahan, atau menjual investasi tersebut. Laba yang diperoleh suatu perusahaan akan ditahan sebagai laba ditahan (retained earnings) dan sisanya inilah akan dibayar kepada investor berupa dividen. Jumlah laba yang dihasilkan perusahaan akan menjadi salah satu faktor yang akan dipertimbangkan perusahaan dalam membayar dividen. Dividen yang dibayarkan oleh suatu perusahaan kepada investor tentunya dipengaruhi oleh kebijakan dividen dari masing-masing perusahaan.
Dividen yang bisa diperoleh oleh para investor ada dua jenis, yaitu dividen kas dan non kas. Dividen kas (cash dividend) adalah dividen yang dibayarkan perusahaan pada investor dalam bentuk uang tunai. Pada kenyataannya para investor lebih tertarik pada pembayaran dividen dalam bentuk uang tunai, sebab dapat meminimalisir ketidakpastian atas investasinya pada suatu perusahaan. Oleh karena itu, mayoritas perusahaan sering mempertimbangkan laba tunai yang pada dasarnya adalah laba akuntansi setelah disesuaikan dengan transaksi-transaksi non kas antara lain seperti beban penyusutan, beban amortisasi, penjualan kredit, beban gaji, beban pajak, dan beban bunga yang belum dibayar, serta pembelian kredit, dalam menentukan besarnya dividen yang dibagikan.
Para investor beranggapan dividen yang diterima dalam bentuk kas lebih menggambarkan seberapa besar return dari modal yang mereka tanamkan dan memberikan kepuasan tersendiri. Hal tersebut sangat penting dan harus diperhatikan perusahaan karena investor sangat penting bagi perusahaan. Berdasarkan latar belakang masalah diatas, peneliti tertarik mengadakan penelitian dengan judul ” ANALISIS HUBUNGAN ANTARA LABA AKUNTANSI DAN LABA TUNAI DENGAN DIVIDEN KAS PADA PERUSAHAAN JASA YANG TERDAFTAR DI BEI”.



2. Tinjauan pustaka

2.1 Laporan Keuangan

Menurut Soemarso (2004:34) “Laporan keuangan adalah laporan yang dirancang untuk para pembuat keputusan, terutama pihak di luar perusahaan, mengenai posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan”. Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk komunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut. Laporan keuangan juga dapat dijadikan sebagai sumber informasi tentang perusahaan di masa lampau. Selain itu laporan keuangan juga dapat memberikan petunjuk untuk penetapan kebijakan di masa yang akan datang. Jadi, selain untuk menyediakan informasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam menilai kinerja manajemen perusahaan untuk membuat keputusan, juga sebagai alat pertanggungjawaban manajemen kepada pihak yang menanamkan dananya di perusahaan. Informasi laporan keuangan dipakai oleh banyak kelompok dengan tujuan yang berbeda. Hal tersebut terjadi sebab mereka memiliki ekspektasi yang berbeda terhadap laporan keuangan itu sendiri. Komponen laporan keuangan terdiri dari neraca ( balance sheet ), laporan laba rugi ( income statement ), laporan perubahan ekuitas ( statement of shareholder’s equity ), laporan arus kas (cash flow statement ), catatan atas laporan keuangan ( notes to financial statement ).
Menurut Baridwan(1997) Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.
Menurut Munawir (1992 : 2) Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan/aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data/aktivitas perusahaan tersebut.




2.2 Laba Akuntansi

Menurut Belkaoui (2004:229), laba akuntansi secara operasional didefinisikan sebagai perbedaan antara realisai laba yang tumbuh dari transaksi-transaksi selama periode berlangsung dan biaya-biaya histories yang berhubungan.Di dalam laba akuntansi terdapat berbagai komponen yaitu kombinasi beberapa komponen pokok seperti laba kotor, laba usaha, laba sebelum pajak dan laba sesudah pajak. Sehingga dalam menentukan besarnya laba akuntansi investor dapat melihat dari perhitungan laba setelah pajak. Laba akuntansi merupakan ukuran yang baik dari kinerja suatu perusahaan dan bahwa laba akuntansi dapat digunakan untuk meramalkan arus kas masa depan. Laba akuntansi diukur berdasarkan konsep akuntansi akrual. Tujuan utama dari akuntansi akrual adalah untuk pengukuran laba. Dua proses utama dalam pengukuran laba adalah pengakuan pendapatan dan pengaitan beban. Laporan laba rugi yang disusun berdasar basis akrual lebih akurat untuk menaksir prospek aliran kas dari pada laporan laba rugi yang disusun berdasar basis kas.

Menurut Sofyan Syafri(2005:273), yang dimaksud dengan laba akuntansi adalah perbedaan antara revenue yang direalisasi yang timbul dari transaksi pada periode tertentu dihadapkan dengan biaya-biaya yang dikeluarkan pada periode tersebut.

2.3 Laba Tunai

Laba tunai disebut juga dengan arus kas dari aktivitas operasi perusahaan. Laba bersih perusahaan adalah hal yang penting, tetapi arus kas lebih penting lagi karena dividen harus dibayar secara tunai dan karena kas diperlukan dalam membeli aktiva untuk melanjutkan operasi perusahaan. Pada umumnya arus kas bersih perusahaan berbeda dengan laba akuntansi, karena beberapa pendapatan dan beban yang tercantum dalam laporan laba-rugi tidak dibayar secara tunai selama satu tahun. Hubungan antara arus kas bersih dan laba bersih dapat ditunjukkan melalui perhitungan arus kas bersih.




Contoh utama beban non kas adalah penyusutan. Pos ini mengurangi laba bersih tetapi tidak dibayarkan secara tunai, sehingga kita akan menambahkan kembali beban ini ke laba bersih dalam menghitung arus kas bersih. Pada dasarnya laba tunai merupakan arus kas dari aktivitas operasi perusahaan.

2.4 Dividen Kas

Perusahaan akan bertumbuh dan berkembang, kemudian pada waktunya akan memperoleh keuntungan atau laba. Laba ini terdiri dari laba yang ditahan dan laba yang dibagikan. Dari seluruh laba yang diperoleh perusahaan sebagian dibagikan kepada pemegang saham berupa dividen. Mengenai penentuan besarnya dividen yang akan dibagikan itulah yang merupakan kebijakan dividen pimpinan perusahaan. Adapun tujuan dari pembagian dividen adalah untuk memaksimumkan kemakmuran bagi para pemegang saham, karena tingginya dividen yang dibayarkan akan mempengaruhi harga saham. Dividen kas adalah distribusi laba dalam bentuk kas oleh sebuah perusahaan kepada pemegang sahamnya. Para investor beranggapan dividen yang diterima dalam bentuk kas lebih menggambarkan seberapa besar return dari modal yang mereka tanamkan dan memberikan kepuasan tersendiri. Dividen yang paling umum dibagikan oleh perusahaan adalah dalam bentuk kas. Yang perlu diperhatikan oleh pimpinan perusahaan sebelum membuat pengumuman adanya dividen kas adalah apakah jumlah uang kas yang ada mencukupi untuk pembagian dividen tersebut. Jurnal untuk mencatat pembagian dividen kas ini dibuat pada tanggal pengumuman dan pembayaran.

2.5 Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual merupakan sintesis dari tinjauan teori dan penelitian terdahulu yang mencerminkan keterkaitan antar variabel yang diteliti. Kerangka konseptual juga merupakan tuntunan untuk memecahkan masalah penelitian serta merumuskan hipotesis. Berdasarkan latar belakang masalah, tinjauan teoritis, dan tinjauan penelitian terdahulu, maka peneliti membuat kerangka konseptual penelitian seperti yang tertera pada gambar.














Berdasarkan kerangka konseptual di atas, maka dapatlah dibuat justifikasi hubungan antara variabel independen dengan dependen. Laba akuntansi merupakan laba bersih yang didapat dari selisih antara pendapatan yang operatif maupun tidak dan seluruh biaya operatif maupun tidak. Laba akuntansi mempengaruhi jumlah dividen kas sebab semakin besar laba akuntansi yang merupakan laba bersih perusahaan, maka makin besar jumlah dividen yang dapat dibagikan kepada para pemegang saham khususnya dalam penelitian ini yaitu dalam bentuk dividen kas.
Laba akuntansi dalam pembagiannya sebagai dividen kas tentunya dipengaruhi beberapa antara lain seperti ketersediaan kas perusahaan, sebab laba akuntansi merupakan gabungan dari laba tunai maupun non tunai. Laba tunai merupakan laba akuntansi yang telah disesuaikan dengan transaksi-transaksi non kas, seperti beban penyusutan, beban amortisasi, penjualan kredit, pembelian kredit, beban gaji, beban pajak, dan beban bunga yang belum dibayar.
Laba tunai juga mempengaruhi jumlah dividen kas sebab jika makin besar jumlah laba yang dihasilkan perusahaan dalam bentuk kas, maka makin besar jumlah dividen yang dibagikan perusahaan dalam bentuk kas. Dari justifikasi diatas, dapat dilihat bahwa jumlah laba akuntansi maupun laba tunai mempengaruhi jumlah dividen kas yang dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang saham.

2.6 Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah preposisi yang dirumuskan dengan maksud untuk diuji secara empiris. Preposisi merupakan ungkapan atau pernyataan yang dapat dipercaya, disangkal, atau diuji kebenarannya mengenai konsep atau konstruk yang menjelaskan atau memprediksi fenomena-fenomena. Berdasarkan tinjauan pustaka dan kerangka konseptual yang diuraikan sebelumnya dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut :
Ada hubungan antara laba akuntansi dengan dividen kas,
Ada hubungan antara laba tunai dengan dividen kas.


3. Metode Penelitian

Populasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan jasa yang terdaftar di BEI. Perusahaan jasa tersebut adalah yang terdaftar selama tahun 2006-2008. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan beberapa kriteria tertentu. Beberapa kriteria yang ditentukan adalah :




1. Perusahaan yang terdaftar di BEI untuk perusahaan jasa selama tahun 2006-2008
2. Menunjukkan tanggal publikasi laporan keuangan pada tanggal 31 Desember oleh emiten di media atau tanggal penyerahan laporan keuangan di BAPEPAM.
3. Sahamnya aktif diperdagangkan di BEI sampai tahun 2008
4. Mempunyai data laporan keuangan yang lengkap

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data kuantitatif. Data kuantitatif adalah data yang diukur dalam suatu skala numeric.Sumber data penelitian ini merupakan data sekunder. Data sekunder dalam penelitian ini adalah berupa laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan dari BEI periode 2006-2008.
Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang akan dilakukan adalah teknik dokumentasi. Teknik dokumentasi dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa laporan keuangan setiap perusahaan sample setiap periode penelitian.
Pada penelitian ini yang menjadi variabel independen adalah laba akuntansi (X1) dan laba tunai (X2). Laba akuntansi (X1) dalam penelitian ini adalah selisih antara pendapatan operatif maupun tidak dan seluruh biaya operatif maupun tidak. Laba tunai (X2) dalam penelitian ini adalah laba akuntansi yang telah disesuaikan dengan transaksi non kas Variable dependen pada penelitian ini adalah dividen kas (Y) yang merupakan laba dalam bentuk uang kas yang dibayarkan kepada pemegang saham dimana pembagiannya berdasarkan hasil keputusan RUPS.

4. Analisis Hasil Penelitian

4.1 Korelasi Spearman

Korelasi ini digunakan untuk mengetahui ada dan tidaknya hubungan 2 variabel / lebih berskala ordinal. Berikut ini adalah nilai korelasi Spearman Rank yang menunjukkan hubungan antara laba akuntansi dengan dividen kas maupun antara laba tunai dengan dividen kas selama periode pengamatan.
Laba akuntansi dengan dividen kas
Nilai korelasi Spearman Rank pada hubungan ini menunjukkan angka -0.391 pada tahun 2006, angka 0.159 pada tahun 2007,dan angka -0.446 pada tahun 2008.
Laba tunai dengan dividen kas
Nilai korelasi Spearman Rank pada hubungan ini menunjukkan angka -0.189 pada tahun 2006, angka -0.25 pada tahun 2007,dan angka -0.210 pada tahun 2008.


4.2 Pembahasan Hasil Analisis

Dari angka di atas dapat dilihat dan dapat dibuat pembahasan seperti di bawah ini :
Nilai korelasi Spearman Rank selama periode pengamatan yaitu dari periode 2006-2008, baik antara laba akuntansi dengan dividen kas maupun antara laba tunai dengan dividen kas menunjukkan koefisien yang <0 dan mendekati -1. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara laba akuntansi dengan dividen kas maupun antara laba tunai dengan dividen kas.

Hasil dari penelitian ini sejalan dengan teori bahwa terdapat hubungan antara laba akuntansi dan laba tunai dengan dividen kas, yang berarti bahwa makin tinggi laba akuntansi ataupun laba tunai, maka makin tinggi dividen kas yang dapat dibagikan.


5. Kesimpulan dan Saran

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dibahas sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan :
1. Terdapat hubungan antara laba akuntansi dengan dividen kas.
2. Terdapat hubungan antara laba tunai dengan dividen kas.

5.2 Keterbatasan Penelitian
Variabel independen yang dibahasbdalam penelitian ini terbatas, hanya laba akuntansi, dan laba tunai. Hal tersebut masih kurang, jika mengingat bahwa masih banyak factor lain yang mempengaruhi dividen kas, seperti : kas, likuiditas perusahaan, dan factor penting lainnya.
Pada penelitian ini yang menjadi sample perusahaan yang diteliti hanya terbatas pada perusahaan jasa yang terdaftar di BEI. Rentang waktu penelitian ini hanya selama tahun 2006-2008.

5.3 Saran

1. Bagi perusahaan sebaiknya turut mempertimbangkan faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi dividen kas. Selain itu perusahaan sebaiknya lebih mengutamakan pembagian berdasarkan laba akuntansi, karena berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa nilai koefisien korelasi laba akuntansi dengan dividen kas menunjukkan koefisien yang lebih besar jika dibandingkan dengan koefisien korelasi laba tunai dengan dividen kas.
2. Bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya perusahaan yang akan diteliti lebih luas agar dapat lebih mempresentasikan korelasi antar variabel pada penelitian ini, sehingga diharapkan dapat diperoleh hasil yang lebih baik.
3. Bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya rentang waktu penelitian lebih diperpanjang agar hasil yang dicapai dapat lebih baik.
4. Bagi perusahaan yang bergabung dengan perusahaan lain sebaiknya membagikan dividen sesuai dengan persentase kepemilikan perusahaan tersebut agar tidak ada yang dirugikan.

Minggu, 30 Mei 2010

Visi dan Misi Mendirikan Usaha TK Islam

VISI :

Terwujudnya generasi muslim yang kokoh dan islami.

MISI :
1. Menjaga dan membentengi akidah keluarga muslim
2. Mewarnai kehidupan anak dengan akhlak Rasulullah SAW.
3. Membantu terselenggaranya keluarga yang harmonis.
4. Mendidik anak menjadi anak yang shaleh, kratif, dan berprestasi.

Sabtu, 01 Mei 2010

Manajemen Kinerja / Performance Management

Manajemen Kinerja / Performance Management
January 21st, 2010
Mempunyai tenaga kerja Terampil, Profesional, berprestasi merupakan dambaan setiap perusahaan. Kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM ) sangat menentukan kinerja dan pengembangan perusahaan dimasa datang. Kesadaran akan arti penting kualitas dan produktivitas SDM akan mampu membawa perusahaan dalam persaingan usaha yang semakin ketat seperti sekarang ini. Oleh karnanya dibutuhkan suatu system Manajemen Kinerja yang mampu mendeteksi dan melihat kualitas dari para SDM yang dimiliki, sehingga dalam penempatan SDM pada suatu departemen / divisi itu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. System Manajemen Kinerja dapat menjadi sumber untuk pengelolaan SDMdi perusahaan dimana hasil yang akan didapat adalah bisa membantu perusahaan untuk merencanakan dan melaksanakan program – program lain dengan lebih tepat, cepat dan efektif.
Program -program yang dapat di laksanakan setelah penerapan manajemen kinerja antara lain :
1. Program Pelatihan dan Pengembangan SDM
Dengan membuat system manajemen kinerja perusahaan dapat mengetahui dan bisa mengindentifikasi pelatihan apa saja yang harus di berikan pada SDM yang dimiliki agar si karyawan mampu mencapai target dan standar prestasi yang di tetapkan.
2. Program Kaderisasi & Pengembangan Karir
Dengan program ini perusahaan dapat mengindentifikasi siapa saja karyawan yang mempunyai potensi untuk menduduki sebuah jabatan yang lebih tinggi dimasa yang akan datang. Tentu saja hal ini diukur dari penilaian prestasi kerja SDM itu sendiri.
3. Program Pembinaan Karyawan
Dengan pelaksanaan manajemen kinerja, perusahaan dapat meneliti hambatan yang di hadapi oleh SDM yang ada dalam peningkatan prestasinya, bila ternyata ditemukan hambatannya bukan kemampuan tapi kemauan, maka atas dasar hasil manajemen kinerja program pembinaan yang tepat dapat dilakukan. Serta masih banyak program – program lain yang bisa di laksanakan dengan adanya penerapan Manajemen Kinerja ini.

Manajemen strategis

Manajemen strategis
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Manajemen strategis adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan pengevaluasian keputusan-keputusan lintas fungsional yang dapat memungkinkan suatu perusahaan mencapat sasarannya. Manajemen strategis adalah proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi. Manajemen strategis mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi.
Manajemen strategis merupakan aktivitas manajemen tertinggi yang biasanya disusun oleh dewan direktur dan dilaksanakan oleh CEO serta tim eksekutif organisasi tersebut. Manajemen strategis memberikan arahan menyeluruh untuk perusahaan dan terkait erat dengan bidang perilaku organisasi.

OSTEOMIELITIS DAPAT MENYERANG SEMUA USIA

OSTEOMIELITIS DAPAT MENYERANG SEMUA USIA


Osteomielitis adalah proses peradangan/ infeksi pada struktur tulang yang akut ataupun kronis akibat infeksi bakteri, yang terbanyak adalah jenis Staphylococcus aureus. “Pada orang dewasa, biasanya bakteri masuk melalui luka yang terjadi di sekitar tulang.” Infeksi ini dapat pula disebabkan oleh jamur dan virus.
Osteomielitis dapat mengenai tulang-tulang panjang, vertebra, tulang pelvis, tulang tengkorak, dan mandibula. Secara umum, infeksi tulang merupakan gangguan kondisi kesehatan yang serius. Dan Osteomielitis dapat terjadi pada semua usia. Pada anak-anak, Osteomielitis terjadi mulai dari tulang yang panjang dari lengan dan tungkai, mempengaruhi pinggul, lutut, pundak, dan pergelangan tangan. Pada orang dewasa, umumnya terjadi padfav tulang-tulang dari spine (vertebrae) atau pada pelvis.


Sumber : Tabloid Genie,Edisi 42,th VI

SENTRA KERAJINAN SANDAL BATIK TERLENGKAP

SENTRA KERAJINAN SANDAL BATIK TERLENGKAP

Yogyakarta, dikenal sebagai Kota Budaya dan Kota Pelajar, saat ini masih mempertahankan seni membatiknya sehingga juga terkenal sebagai salah satu pusat perajin batik.
Saat ini batik tidak hanya diaplikasi pada media kain, kreativitas batik juga ditungkan di atas media sandal. Warga desa Wisata Krebet dan Desa Keparakan Kidul,Yogyakarta, merupakan pelopor kerajinan kreatif ini. Dan, bagi anda yang ingin mencoba peruntungan di bisnis sandal batik, kedua sentra ini bisa menjadi refrensi terlengkap dan termurah.


Sumber : Tabloid Peluang Usaha, Edisi 16,Th V

USAHA MODIFIKASI SEPEDA KIAN NAIK DAUN

USAHA MODIFIKASI SEPEDA KIAN NAIK DAUN

• Modifikasi Lowrider dan Fixie lagi Booming
• Keuntungan mencapai 60%

Isu global warming yang mewarnai dunia beberapa tahun belakangan ini, membuat banyak pengendara bermotor yang melirik sepeda kayuh. Namun karena bentuknya yang sangat sederhana, banyak pengendara sepeda ingin membuat tampilan sepedanya tetap lebih eksklusif dengan memodifikasi menjadi berbagai bentuk. Salah satu bentuk modifikasi yang sangat digemari ialah sepeda dengan bentuk lowrider, yaitu bentuk yang awalnya merupakan bentuk modifikasi kendaraan bermotor.
Selain itu, saat ini modifikasi sepeda fixed gear atau yang popular dikenal dengan fixie yang berasal dari sepeda balap tua, juga tengah naik daun di kalangan bikers dunia, termasuk Indonesia yang mulai booming sejak akhir 2009 lalu.

Sumber : Tabloid Peluang Usaha, Edisi 16 Th V

TIPS PEMBIBITAN LENGKENG

TIPS PEMBIBITAN LENGKENG

Gunakan teknik susuan untuk menghasilkan bibit, karena dengan cara tersebut keberhasilan akan mencapai 90%. Berikut teknik susuan untuk pembibitan lengkeng ala Eddy Soesanto:
Teknik susuan adalah cara perbanyakan tanaman dimana 1 tanaman sebagai batang bawah disambungkan pada 1 cabang tanaman induk (yang belum terpisah dari pohon induknya). Jadi seolah-olah tanaman 1 (sebagai batang bawah) digantung pada cabang tanaman induk. Ujung tanaman batang bawah yang dipotong menyerupai ujung tombak disambungkan pada cabang tanaman induk dengan cara diikat. Setelah 1.5 bulan, tanaman akan menyatu dengan sempurna sehingga siap dipisahkan dari tanaman induk. Bahkan 1.5 bulan berikutnya bibit hasil susuan siap dijual.
Usahakan pilih bibit dari hasil perbanyakan vegetatif. Sebab jika dari biji, kualitas buah belum tentu sama dengan yang diinginkan.

KUNYIT PUTIH BISA MENETRALISIR SEL KANKER

KUNYIT PUTIH BISA MENETRALISIR SEL KANKER

Kunyit putih mengandung antioksidan. Antioksidan berperan mencegah terjadinya kerusakan karena radikal bebas. Radikal bebas mempunyai peranan dalam terjadinya berbagai penyakit seperti sakit jantung, kencing manis, rheumatoid arthritis, kanker, dan lain-lain.
Dengan adanya antioksidan, kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dapat dicegah, termasuk mencegah terjadinya kanker. Dari berbagai literature diketahui bahwa kunyit putih mengandung beberapa macam antioksidan, antara lain, flavonoid, quecertin,flavonols,beta-sitosterol,dll. Dengan adanya antioksidan dalam kunyit putih tersebut, kunyit putih mempunyai peran dalam mencegah terjadinya kanker.


Sumber : Tabloid Genie, Edisi 42,th VI,Dr.Cindiawaty Pudjiadi MARS,MS,SpGK

Rabu, 21 April 2010

Gunakan BCG Matrix.. untuk merencanakan product portfolio..!!!

Gunakan BCG Matrix.. untuk merencanakan product portfolio..!!!

Matrix ini cukup terkenal… gue kuliah juga diajarin sekilas… gue kerja bareng The Big 5 Konsultan Asing.. juga nyebutin mengenai ini…!!! Yah sebagaimana matrix 2 dimensi lainnya BCG (Boston Consulting Group) Matrix melihat 2 indikator yaitu Market Share dan Market Growth… Market Share bisa kita gunakan sebagai indikator.. apakah pasar motor bebek misalnya telah dikuasai… atau siapa yang menguasai pasar motor bebek itu..!!! Market growth untuk melihat apakah pasar sudah jenuh.. dalam artian.. nggak ada pertumbuhan demand terhadap motor bebek misalnya…!!!
Dog
Wah kalau ini ..dimana market share product motor A misalnya kecil.. growthnya juga kecil.. lah bisa bangkrutz.. kalo nggak buru-buru diambil tindakan tepat. Usahakan masuk ke quadrant problem child… dalam artian market growthnya ditingkatkan dengan meningkatkan kualitas, memberikan potongan harga, advertising yang gencar dsb… Kalau kita prediksi susah mencapai quadrant problem child.. ya udah.. cut loss.. jual buru-buru.. tutup produksi motor A… daripada rugi banyak..!!!
Problem Child
Pada quadrant ini, product yang ditawarkan walau masih mempunyai market share rendah, tapi demannya udah kelihatan banyak.. sehingga market growthnya tinggi…!!! Product Yamaha V-Ixion jelas sekali baru sampai tahap ini… Yang perlu dilakukan adalah mendorong agar product ini bergeser ke arah quadrant Star. Hal ini bisa dilakukan dengan cara adveritsing yang gencar… kasih potongan harga… bundle dengan hadiah menarik.. misalnya helm relief ‘mataharinya’ Rossi…
Star
Kalau sudah sampai di posisi star… dimana market share sudah dominan.. tapi growth masih banyak… advertising bisa seperlunya saza.. penambahan fitur minor bisa dilakukan… kerjasama dengan club juga bisa digiaatkan dsb…
Cash Cow
Yah kalau sudah sampai sini… sudah hampir seluruh market share dikuasai… growthnya udah mentok… yah tinggal dimaintain aza.. lebih banyak kearah maintenance.. produksi bisa stabil.. Nikmati untuk beberapa saat sebelum berpikir lagi.. akan mengeluarkan product baru apa.. agar pasar tidak jenuh…!!!
Usahakan jangan diposisi quadrant dog… repotz… cepet-cepet upayakan menjadi problem child… Comfort zone adalah posisi Star ataupun Cash Cow… dan ini bisa diraih dengan kombinasi mutu / kualitas dan harga…!!!

USAHA MODIFIKASI SEPEDA KIAN NAIK DAUN

USAHA MODIFIKASI SEPEDA KIAN NAIK DAUN

• Modifikasi Lowrider dan Fixie lagi Booming
• Keuntungan mencapai 60%

Isu global warming yang mewarnai dunia beberapa tahun belakangan ini, membuat banyak pengendara bermotor yang melirik sepeda kayuh. Namun karena bentuknya yang sangat sederhana, banyak pengendara sepeda ingin membuat tampilan sepedanya tetap lebih eksklusif dengan memodifikasi menjadi berbagai bentuk. Salah satu bentuk modifikasi yang sangat digemari ialah sepeda dengan bentuk lowrider, yaitu bentuk yang awalnya merupakan bentuk modifikasi kendaraan bermotor.
Selain itu, saat ini modifikasi sepeda fixed gear atau yang popular dikenal dengan fixie yang berasal dari sepeda balap tua, juga tengah naik daun di kalangan bikers dunia, termasuk Indonesia yang mulai booming sejak akhir 2009 lalu.

Sumber : Tabloid Peluang Usaha, Edisi 16 Th V

TIPS PEMBIBITAN LENGKENG

TIPS PEMBIBITAN LENGKENG

Gunakan teknik susuan untuk menghasilkan bibit, karena dengan cara tersebut keberhasilan akan mencapai 90%. Berikut teknik susuan untuk pembibitan lengkeng ala Eddy Soesanto:
Teknik susuan adalah cara perbanyakan tanaman dimana 1 tanaman sebagai batang bawah disambungkan pada 1 cabang tanaman induk (yang belum terpisah dari pohon induknya). Jadi seolah-olah tanaman 1 (sebagai batang bawah) digantung pada cabang tanaman induk. Ujung tanaman batang bawah yang dipotong menyerupai ujung tombak disambungkan pada cabang tanaman induk dengan cara diikat. Setelah 1.5 bulan, tanaman akan menyatu dengan sempurna sehingga siap dipisahkan dari tanaman induk. Bahkan 1.5 bulan berikutnya bibit hasil susuan siap dijual.
Usahakan pilih bibit dari hasil perbanyakan vegetatif. Sebab jika dari biji, kualitas buah belum tentu sama dengan yang diinginkan.

SENTRA KERAJINAN SANDAL BATIK TERLENGKAP

SENTRA KERAJINAN SANDAL BATIK TERLENGKAP

Yogyakarta, dikenal sebagai Kota Budaya dan Kota Pelajar, saat ini masih mempertahankan seni membatiknya sehingga juga terkenal sebagai salah satu pusat perajin batik.
Saat ini batik tidak hanya diaplikasi pada media kain, kreativitas batik juga ditungkan di atas media sandal. Warga desa Wisata Krebet dan Desa Keparakan Kidul,Yogyakarta, merupakan pelopor kerajinan kreatif ini. Dan, bagi anda yang ingin mencoba peruntungan di bisnis sandal batik, kedua sentra ini bisa menjadi refrensi terlengkap dan termurah.


Sumber : Tabloid Peluang Usaha, Edisi 16,Th V

RISET PASAR

RISET PASAR

Adalah pengumpulan, pencatatan dan analisis secara sistematis, atas informasi yang berkaitan dengan pemasaran dan jasa.

Riset pasar dapat membantu :
1. Menemukan pasar yang menguntungkan
2. Memilih produk yang dapat dijual
3. Menentukan perubahan dalam perilaku konsumen
4. Meningkatkan teknik-teknik pemasaran yang lebih baik
5. Merencanakan sasaran yang realistik

RAHASIA PSIKOLOGIS TERBESAR DALAM KEPEMIMPINAN

RAHASIA PSIKOLOGIS TERBESAR DALAM KEPEMIMPINAN


1. Para pemimpin meraih kepercayaan dan dukungan rakyat melalui identifikasi mereka dengan rakyatnya.
2. Rendah hati merupakan salah satu karakter paling berpengaruh dalam kepemimpinan efektif.
3. Visi anda harus jelas, sederhana, dan terorganisasi.
4. Jangan campuradukkan antara ambisi pribadi dan otoritas.
5. Jangan pernah membentak atau memarahi seseorang di depan umum.
6. Bangkitkan dengan cepat kualitas kharisma yang sering kali sulit dipahami tatapi luar biasa penting dengan membuat orang lain merasa penting dan istimewa.
7. Pahamilah mekanisme kepemimpinan dan waktu terbaik untuk meminta masukan atau memberikan perintah.


Sumber : Buku dengan judul AGAR SIAPA SAJA MAU MELAKUKAN APA SAJA, karangan : David J.Leiberman,Ph.D.

RAHASIA MEMENANGKAN PERSAINGAN

RAHASIA MEMENANGKAN PERSAINGAN

1. Kalu bisa, gunakan tempat anda sendiri.
2. Suruhlah orang lain menjadi penonton ketika anda merasa lebih mahir dari lawan anda. Ketika anda kurang percaya diri, cobalah bertarung tanpa kehadiran penonton.
3. Untuk mengoptimalkan penampilan, tandailah saat-saat keberhasilan anda dengan tindakan tertentu, sehingga anda bisa memicu kembali munculnya kondisi optimal itu sesuka hati anda.
4. Jangan pernah bertindak dalam keadaan takut, fokuslah pada tujuan dan bukan pada diri anda.
5. Latihlah secara mental penampilan anda dan dapatkan gambaran keberhasilan yang jelas dalam benak anda.
6. Siapkan selalu rencana cadangan.
7. Lakukanlah serangan yang tak terduga dan tanpa didahului peringatan.


Sumber : Buku dengan judul AGAR SIAPA SAJA MAU MELAKUKAN APA SAJA, karangan : David J. Leiberman,Ph.D.

PRINSIP-PRINSIP ETIKA DAN PERILAKU BISNIS

PRINSIP-PRINSIP ETIKA DAN PERILAKU BISNIS

1. Honesty
2. Integrity
3. Promise keeping
4. Fidelity
5. Fairness
6. Caring for other
7. Respect for other
8. Responsibility citizenship
9. Pursuit for excellence
10. Accountability

PENYUSUTAN FISKAL

PENYUSUTAN FISKAL

postedon Mei 22nd, 2007.
Dalam operasinya perusahaan memerlukan aktiva untuk menunjang kelancaran usahanya. Jenis aktiva yang diperoleh ada yang mempunyai masa manfaat kurang dari satu tahun atau sekali pakai, ada juga aktiva yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. Aktiva ini biasa disebut aktiva tetap. Aktiva yang masa manfaatnya kurang dari satu tahun dibebankan sekaligus pada tahun pengeluaran. Sementara aktiva tetap yang mempunyai masa manfaat atau umur ekonomis lebih dari satu tahun dibebankan selama masa manfaat aktiva tetap tersebut.
Dalam ketentuan fiskal, penyusutan atas pengeluaran untuk memperoleh aktiva tetap berwujud dapat dikurangkan dari penghasilan bruto untuk menghitung Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak Dalam Negeri dan Bentuk Usaha Tetap
Harta Berwujud Yang Dapat Disusutkan
Harta (aktiva) tetap yang dapat disusutkan adalah pengeluaran untuk pembelian, pendirian, penambahan, perbaikan, atau perubahan harta berwujud, kecuali tanah yang berstatus hak milik, hak guna bangunan, hak guna usaha, dan hak pakai, yang dimiliki dan digunakan untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan yang mempun yai masa manfaat lebih dari satu tahun.[2] Jadi aktiva tetap yang dimiliki tetapi tidak digunakan untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan tidak dapat disusutkan.
Metode Penyusutan
Metode penyusutan menurut fiskal dikenal dua macam[ :
1. Alokasi harga perolehan dalam bagian-bagian yang sama besar selama masa manfaat yang telah ditentukan bagi harta tersebut (metode garis lurus).
2. Alokasi harga perolehan dalam bagian-bagian yang menurun selama masa manfaat (metode saldo menurun).
Dalam metode garis lurus, penyusutan dilakukan dengan cara menerapkan tarif terhadap harga perolehan. Sedangkan dalam metode saldo menurun dilakukan dengan menerapkan tarif terhadap nilai sisa buku. Pada akhir masa manfaat, nilai sisa bukunya disusutkan sekaligus (close endeed).
Dalam ketentuan fiskal, penyusutan dilakukan setahun penuh (kecuali mulai 1 Januari 2001 penyusutan dilakukan dalam bulan penuh). Artinya tidak dikenal penyusutan bulanan. Misal suatu harta atau aktiva diperoleh tanggal 12 Desember 1999, maka penyusutan tahun 1999 untuk harta tersebut dilakukan setahun penuh, bukan satu bulan. Nilai residu dalam ketentuan fiskal juga tidak dikenal.
Penggolongan, Tarif dan Masa Manfaat
Penggolongan, tarif dan masa manfaat disajikan dalam tabel di bawah ini[ :
Kelompok Harta Berwujud Masa Manfaat Tarif Penyusutan
Garis Lurus Saldo Menurun

I. Bukan Bangunan
Kelompok 1 4 tahun 25% 50%
Kelompok 2 8 tahun 12,5% 25%
Kelompok 3 16 tahun 6,25% 12,5%
Kelompok 4 20 tahun 5% 10%

II Bangunan
Permanen 20 tahun 5%
Tidak Permanen 10 tahun 10%

Pengelompokkan harta berwujud sesuai masa manfaat ditetapkan oleh Menteri Keuangan.[
Yang dimaksud dengan bangunan tidak permanen adalah bangunan yang bersifat sementara dan terbuat dari bahan yang tidak tahan lama atau bangunan yang dapat dipindah-pindahkan, yang masa manfaatnya tidak lebih dari 10 tahun. Misalnya barak atau asrama yang dibuat dari kayu untuk karyawan

MEMPERTAHANKAN STANDAR ETIKA

MEMPERTAHANKAN STANDAR ETIKA

1. Menciptakan kepercayaan perusahaan
2. Kembangkan kode etika
3. Jalankan kode etik secara adil dan konsisten
4. Lindungi hak perorangan
5. Adakan pelatihan etika
6. Lakukan audit etika secara periodic
7. Pertahankan standar perilaku yang tinggi
8. Hindari contoh etika yang tercela setiap saat
9. Ciptakan budaya komunikasi dua arah
10. Libatkan karyawan mempertahankan standar etika

ALK: Analisis Perbandingan & Rasio Keuangan

ALK: Analisis Perbandingan & Rasio Keuangan

Analisa terhadap laporan keuangan dimaksudkan agar data keuangan tersebut dapat lebih berarti dalam mendukung keputusan yang akan diambil baik oleh manajemen maupun pihak ekstern yang mempunyai kepentingan terhadap perusahaan.
Beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk dapat mengetahui teknik analisa laporan keuangan, maka seorang analis harus menguasai tentang:
• Proses penyusunan laporan keuangan
• Konsep, sifat dan karakteristik laporan keuangan
• Teknik analisa laporan keuangan; dan
• Segment dan lingkungan bisnis yang akan dianalisa

ANALISA PERBANDINGAN
Analisa perbandingan merupakan metode analisa terhadap laporan keuangan dengan cara memperbandingkan untuk dua periode atau lebih, atau memperbandingkan laporan keuangan suatu perusahaan dengan perusahaan lain.Tetapi pada umumnya dilakukan untuk beberapa periode dari suatu perusahaan sehingga dapat diketahui sifat dan tendensi perubahan yang terjadi dalam perusahaan tersebut, misalnya:
• Laba/rugi yang sifatnya operasional maupun insidentil
• Diperoleh aktiva baru/perubahan bentuk aktiva
• Timbul/lunas/perubahan bentuk hutang
• Penambahan/pengurangan modal dan lain-lain.
Dismaping analisa perbandingan, suatu teknik analisa yang sering digunakan juga adalah Analisa trend. Analisa trend dalam prosentase (trend percentage analysis) merupakan metode analisa untuk mengetahui tendensi keadaan keuangan perusahaan, yaitu apakah menunjukan tendensi naik, tetap atau menurun.Syarat-syarat penerapan analisa trend adalah:
• Prinsip-prinsip akuntansi diterapkan secara konsisten
• Tidak terjadi perubahan nilai uang secara tajam Contoh:
ANALISA RASIO
Analisa rasio menggambarkan suatu hubungan atau pertimbngan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain. Rasio ini akan lebih bermanfaat terutama apabila ratio tersebut dibandingkan dengan angka ratio yang digunakan sebagai standar.
RASIO PENGUKUR LIKUIDITAS
1. Current Ratio
Ratio ini menunjukan tingkat keamanan ( margin of safety ) atas kreditur jangka pendek; atau menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutang tersebut:
Aktiva Lancar
Current Ratio =
Hutang Lancar
2. Acid Test Ratio
Disebut juga Quick Ratio, yaitu menunjukan kemampuan perusahaan untuk memenuhi hutang-hutangnya tanpa memperhitungkan persediaan.
Dengan ratio ini persediaan dianggap membutuhkan waktu yang relatif lama untuk direalisasikan menjadi uang.
Aktiva Lancar – Persediaan
Quick Ratio =
Hutang Lancar
Ratio ini dimulai lebih tajam daripada current ratio karena lainnya memperhitungkan aktiva lancar yang sangat likwid.Apabila current ratio tetapi quick rationya rendah, hal ini menunjukan adanya investasi yang besar dalam persediaan.
3. Perputaran Piutang
Atau Turn Over Receivable, yaitu menunjukan posisi piutang serta taksiran umur / waktu pengumpulanya.
Perputaran Piutang = Total Penjualan Kredit
Piutang Rata-rata
Semakin tinggi ratio turn over menunjukan modal kerja yang tertanam dalam piutang rendah, sehingga keuntungan bagi perusahaan.
Sedangkan untuk mengetahui berapa hari piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih (days of receivable ) adalah:
Days of Receivable = Piutang Rata-rata x 360 atau 360
Penjualan Kredit Perputaran Piutang
Semakin tinggi ratio days of receivable menunjukan kelemahan bagian penagihan piutang.

Keterangan:
1. Turn over menunjukan bahwa penagihan piutang rata-rata sebanyak 3 kali dalam satu tahun.2. Days of receivable menunjukan bahwa rata-rata yang diperlukan untuk mengumpulkan piutang adalah selama 120 hari.3. Turn over 3 atau 300% berarti bahwa penjualan tahun tersebut sebesar 300% dari rata-rata piutang.4. Ratio 300% juga menunjukan bahwa Rp. 3 penjualan kredit maka sebesar Rp. 1 belum dapat ditagih sampai akhir tahun.
4. Perputaran Persediaan
Yaitu menunjukan berapa kali terjadinya penggantian persediaan dalam satu tahun serta tersimpannya persediaan tersebut di dalam gudang.Pada perusahaan manufaktur terdapat tiga macam persediaan:
a. RAW MATERIAL TURNOVER = Cost of raw material used
( Barang mentah ) Average raw material inventory
b. GOODS IN PROCESS TURNOVER = Cost of good manufacturred
(Barang dalam proses) Average work in process inventory
Cost of goods sold
c. FINISHED GOODS TURNOVER =
(Barang jadi ) Average finished goods inventory
RASIO PENGUKURAN SOLVABILITAS
1. Rasio Modal dengan Total Asset
Menunjukan beberapa besarnya modal sendiri yang tertanam dalam aktiva serta margin of protection atau tingkat keamanan yang dimiliki oleh kreditur.

Rumus: Modal Sendiri
Total Asset
2. Rasio Modal dengan Aktiva TetapMenunjukan seberapa besar aktiva tetap tersebut dibiayai dari modal sendiri. Semakin besar modal sendiri (Owner’s equity ) lebih menguntungkan bagi perusahaan, karena sudah sewajarnya kalau aktiva tetap dibiayai dari modal sendiri.
Rumus: Modal Sendiri
Aktiva Tetap
3. Rasio Aktiva Tetap dengan Hutang Jangka Panjang
Merupakan ratio untuk mengetahui tentang tingkat keamanan yang dimiliki oleh kreditur jangka panjang atau untuk mengukur seberapa besar hutang jangka panjang tersebut dijamin dengan aktiva tetap yang dimilki perusahaan.
Rumus: Aktiva Tetap
Hutang Jangka Panjang
RATIO PENGUKUR RETABILITAS
1. Ratio Operating Income dengan Operating Assets Menunjukan tingkat efisiensi perusahaan, yaitu seberapa besar operating assets tersebut dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. Rumus:
Operting income atau Laba usaha
Operating Asset Aktiva usaha
Apabila ratio ini rendah menunjukan adanya beberapa kemungkinan, yaitu:
• Adanya over investment dalam aktiva yang digunakan dalam rangka memperoleh penjualan.
• Mencerminkan rendahnya volume penjualan jika dibandingkan dengan biaya yang diperlukan.
• Adanya inefisiensi pada perusahaan
• Adanya kegiatan perusahaan yang menurun.
2. Gross Margin Ratio
Rumus: Laba kotor
Penjualan
3. Operating Margin Ratio
Rumus: Laba usaha
Penjualan
4. Rasio Rentabilitas Modal Sendiri
Rumus:
Earning after tax
Modal sendiri